Massa Datangi KPK Tagih Status Para Saksi OTT Bupati Labuhanbatu
Maya Hasmita Calon Bupati
Redaksi - Rabu, 17 Juli 2024 15:08 WIB
Poto: Istimewa
Aksi Gemak L-J depan gedung Merah Putih KPK.
drberita.id -Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi Labuhanbatu-Jakarta (Gemak L-J) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan status putusan terhadap para saksi Bupati Labuhanbatu nonaktif Erik Adtrada Ritonga yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
Salah satunya diduga Maya Hasmita, istri dari Bupati Labuhanbatu nonaktif Erik Adtrada Ritonga.
Koordinator Aksi Gemak L-J Anwar Siregar mengatakan KPK saat ini tengah mendalami dugaan keterlibatan Maya Hasmita terkait rekening yang disita penyidik dalam OTT Bupati Labuhanbatu nonaktif Erik Adtrada Ritonga.
"Kami mendesak KPK menetapkan status tersangka kepada Maya Hasmita, istri dari Bupati Labuhanbatu nonaktif Erik Adtrada Ritonga yang terjaring OTT, apabila memang terbukti terlibat," kata Anwar depan gedung Merah Putih KPK, Rabu 17 Juli 2024.
Anwar juga mengatakan sebagai mahasiswa asal Kabupaten Labuhanbatu di Jakarta, mendukung KPK atas komitmen memberantas korupsi tanpa bisa diintervensi oleh siapa pun.
"KPK kita minta untuk segera menahan aset Bupati Labuhanbatu nonaktif Erik Adtrada Ritonga yang tidak terdeteksi, karena saat ini istrinya Maya Hasmita menyalonkan diri sebagai bupati," kata Anwar.
Sebelum membubarkan diri, massa aksi Gemak L-J berjanji akan turun kembali dengan jumlah yang lebih banyak ke gedung Merah Putih KPK.
"Ada tiga poin tuntutan kita, jika KPK tidak direspon tuntutan itu, kita akan kembali turun kasi ke merah putih," tandas Anwar Siregar.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Pendidikan Indonesia Dalam Lingkaran Korupsi: KPK dan Kejagung Awasi SPMB dan Uang Sekolah
Pemprov Sumut Kembali Anggarkan Rp.238 Miliar Untuk Proyek Jalan di Paluta Yang Pernah OTT KPK Awal 2025
Harta Kekayaan Walikota Medan Jadi Sorotan, GPA Minta KPK dan Kejaksaan Agung Periksa LHKPN Rico Waas
8 Potensi Korupsi MBG Versi KPK
Polda Sumut OTT 5 Orang dari Dinas Kominfo Tebingtinggi
Pernah Diperiksa KPK 11 Jam, Lokot Nasution Jadi Saksi Sidang Korupsi DJKA, Mikhel Siregar: Demokrat Harus Bersih dari Koruptor
Komentar