Rekaman Suara Pengakuan Kontraktor Dugaan Korupsi Desa Digital Smart Village di Madina Berdar Luas
Artam - Sabtu, 26 April 2025 15:43 WIB
Poto: Istimewa
Sertifikat dan setoran dana desa.
drberita.id -Rekaman suara kontraktor proyek desa digital smart village di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, beredar luas di masyarakat. Dalam rekaman tersebut, kontraktor mengakui aliran dana dugaan korupsi kepada siapa saja.
Rekaman suara kontraktor desa digital smart village diketahui bernama Lutfi tersebut sedang berbicara dengan tokoh masyarakat Kabupaten Madina bernama Khairul Saleh Nasution. Berdurasi 6 menit 57 detik percakapan Lutfi dengan Saleh.
"Semua pihak yang menerima aliran dana proyek desa digital smart village di Kabupaten Madina disebut dalam rekaman percakapan itu," ungkap Ketua Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (PERMAK) Asril Hasibuan di Kafe Apa Adanya, Jalan Menteng 7, Medan, Sabtu 26 April 2025.
Asril pun berharahap Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mengusut tuntas dugaan korupsi desa digital smart village di Kabupaten Madina yang dikutip dari 377 desa sebesar Rp. 24,9 juta.
"Ini bentuk korupsi luar biasa yang terjadi dan harus segera ditindaklanjuti oleh Kejatisu. Totalnya Rp. 9,4 miliar dari dana desa yang tanpa ada infrastruktur internet masuk ke 377 desa di Madina," ujar Asril.
Diberitakan, PT. Info Media Solusi Net diketahui sebagai pelaksana proyek desa digital smart village di Kabupaten Madina pada tahun 2023.
Saat dugaan korupsi itu terjadi, Bupati Mandailing Natal masih dijabat oleh M. Jafar Sukhairi Nasution.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Kejaksaan Agung Stop Kasus Korupsi MBG
17 Paket Proyek Dinas BMBKCK Provinsi Sumut Berpotensi Dugaan Tindak Pidana Korupsi
Korupsi Rumah Sakit Jiwa Diterima Kejati Sumut
Semoga Penggeledahan Korupsi RSU Pirngadi Tidak Ambar Seperti Rakernas APEKSI di Kota Medan
Mangkir Sidang Korupsi Smartboard, Mantan Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Katanya Pergi Umroh
PP GPA Akan Kerahkan 10 Ribu Massa Aksi ke Kejaksaan Agung Kawal Korupsi Rumah Eks Pejuang Timor Timur
Komentar