Tolak KPK Dikorupsi: Mantan 2 Pimpinan Ikut Aksi Depan Gedung Merah Putih

Firli Terjepit Kasus Brigjen Endar dan Dokumen Bocor
Redaksi - Senin, 10 April 2023 19:55 WIB
Tolak KPK Dikorupsi: Mantan 2 Pimpinan Ikut Aksi Depan Gedung Merah Putih
Poto: Istimewa
Demo copot firli depan gedung merah putih KPK.
drberita.id -Dua mantan pimpinan KPK Samad dan Saut ikut aksi Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) menolak #KPKDikorupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin 10 April 2023.

Juga ada mantan wakil menteri hukum dan ham Denny Indrayana. Mereka meneriakkan 'copot Firli'. Firli pun terjepit.

Para mantan pimpinan KPK itu Abraham Samad dan Saut Situmorang membawa spanduk bertuliskan 'Masa Depan Pemberantasan Korupsi Lebih Penting Daripada Masa Depan Firli, Copot Pimpinan KPK Pelanggar Etik, dan Dugaan Perkara Bocor Firli Harus Dicopot'. Mereka juga meneriakkan 'Copot Firli'.

Di antara mereka ada yang membawa topeng wajah Ketua KPK Firli Bahuri dan disematkan tulisan di dada 'Pelanggar Etik'. Mereka berorasi di depan Gedung KPK. Aparat kepolisian nampak berjaga di lokasi.

Tak hanya itu, para mantan pimpinan lembaga antirasuah itu juga akan melapor ke Dewas KPK. Saat ini ada beberapa laporan yang diadukan kepada Dewas KPK terhadap Firli Bahuri.

Selain soal dokumen bocor, ada laporan terkait Brigjen Endar Priantoro yang dicopot sebagai Direktur Penyelidikan KPK.

Sementara, Ketua KPK Firli Bahuri telah buka suara mengenai laporan dugaan dokumen bocor. Firli menegaskan dirinya komitmen pemberantasan korupsi.
"Komitmen saya hanya satu, bersihkan negeri ini dari korupsi. Tangkap dan tahan tersangka, siapa pun dia dan bawa ke pengadilan," katanya, Kamis 6 April 2023.

Firli pun menegaskan KPK di bawah pimpinannya bekerja secara profesional dan tanpa pandang bulu. Dia pun akan bekerja optimal untuk Indonesia.

"KPK bekerja secara profesional dan tanpa pandang bulu. Saya akan tuntaskan pekerjaan pemberantasan korupsi sampai Indonesia bebas dari korupsi," katanya.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan pihaknya menyerahkan kasus dugaan kebocoran dokumen ini ke Dewas KPK. Ali menyebut Dewas KPK akan bekerja independen tanpa dipengaruhi pihak mana pun.

"Di sisi lain, kami tentu sangat menghargai beberapa pihak yang melaporkan dinamika dan isu dugaan kebocoran dokumen kepada Dewas KPK," kata Ali.
"Dewas KPK sesuai tugas pokok fungsinya pasti akan menindaklanjuti secara profesional sesuai SOP dan independen dari pengaruh pihak manapun. Kita semua tentu juga menunggu hasil tindak lanjut dari Dewas KPK tersebut," ujarnya.

Ali mengatakan KPK tetap bekerja seperti biasanya. Dia meminta tidak ada pihak yang membangun narasi kontraproduktif yang mengganggu pemberantasan korupsi.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru