Dewan Kesenian Medan Protes Festival Multi Etnis
Artam - Selasa, 03 September 2019 22:26 WIB
drberita/istimewa
Festival Multi Etni dan Ketua Dewan Kesenian Medan Rianto Aghly.
DRberita | Promosi seni dan budaya yang dikemas dengan gawean 'Festival Multi Etnis' Kota Medan banyak disoal. Baik kalangan seniman, lembaga maupun masyarakat. Gawean yang diharapkan bisa mempromosikan budaya etnis mala jadi sekedar serimonial.
Untuk menyukseskan acara, Pemko Medan cukup besar mengucurkan dana dari APBD tahun 2019. Kegiatannya berlangsung selama tiga hari, dibuka oleh Wakil Walikota Medan Akyar Nasution, Sabtu 31 Agusutus 2019.
"Kegiatan 'Festival Multi Etnis' ini tidak ada inovasinya. Dari data yang diterima, kegiatan ini diikuti 14 tim kesenian secara resmi," ucap Ketua Dewan Kesenian Medan (DKM) Rianto Aghly di kawasan Jalan Ahmad Yani, Selasa 3 September 2019.
Dari penelusuran LPSE Pemko Medan, kata Rianto, ternyata festival multi etnis ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 432.212.000. Namun di Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) kegiatan ini nilainya sebesar Rp 600 juta.
Anggaran kegiatan yang tergolong lumayan besar ini, jika dibandingkan dengan kondisi di lapangan tidak terlalu mewah. Sebaliknya, kegiatan kelihatan biasa-biasa saja.
"Biasa saja acaranya, tidak ada yang istimewa. Kegiatannya pun terlihat sepi dari pengunjung. Begitu juga stand yang disediakan, juga banyak yang kosong," protes Rianto Aghly alias Anto Gank.
Anto Genk meminta pihak terkait segera mengaudit festival multi etnis secara keseluruh.
"Kita minta Walikota Medan Dzulmi Eldin mengevaluasi kadisnya, dan pihak penyelenggara. Kalau tidak, Dewan Kesenian Kota Medan akan membuat laporan ke kejaksaan dan kepolisian," tegas Anto Gank.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan OK Zulfi dalam sambutan acara mengatakan, festival multi etni yang digelar selama 3 hari, bertujuan untuk upaya melestarikan seni dan budaya di Kota Medan.
Untuk menyukseskan acara, Pemko Medan cukup besar mengucurkan dana dari APBD tahun 2019. Kegiatannya berlangsung selama tiga hari, dibuka oleh Wakil Walikota Medan Akyar Nasution, Sabtu 31 Agusutus 2019.
"Kegiatan 'Festival Multi Etnis' ini tidak ada inovasinya. Dari data yang diterima, kegiatan ini diikuti 14 tim kesenian secara resmi," ucap Ketua Dewan Kesenian Medan (DKM) Rianto Aghly di kawasan Jalan Ahmad Yani, Selasa 3 September 2019.
Dari penelusuran LPSE Pemko Medan, kata Rianto, ternyata festival multi etnis ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 432.212.000. Namun di Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) kegiatan ini nilainya sebesar Rp 600 juta.
Anggaran kegiatan yang tergolong lumayan besar ini, jika dibandingkan dengan kondisi di lapangan tidak terlalu mewah. Sebaliknya, kegiatan kelihatan biasa-biasa saja.
"Biasa saja acaranya, tidak ada yang istimewa. Kegiatannya pun terlihat sepi dari pengunjung. Begitu juga stand yang disediakan, juga banyak yang kosong," protes Rianto Aghly alias Anto Gank.
Anto Genk meminta pihak terkait segera mengaudit festival multi etnis secara keseluruh.
"Kita minta Walikota Medan Dzulmi Eldin mengevaluasi kadisnya, dan pihak penyelenggara. Kalau tidak, Dewan Kesenian Kota Medan akan membuat laporan ke kejaksaan dan kepolisian," tegas Anto Gank.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan OK Zulfi dalam sambutan acara mengatakan, festival multi etni yang digelar selama 3 hari, bertujuan untuk upaya melestarikan seni dan budaya di Kota Medan.
Namun, kegiatan yang dilaksanakan itu ternyata tidak banyak dihadiri Kepala OPD Pemko Medan. Bahkan partisipasi dari pihak kecamatan pun nyaris tidak ada. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Wong Chun Sen Dukung Pesta Budaya Batak 2025 di Kota Medan Untuk Perkuat Nilai Kebhinekaan
Babak Baru Gugatan Lapangan Merdeka Medan Sebagai Cagar Budaya Nasional, Sikap Pejabat Dipertanyakan
Dompet Dhuafa Serahkan 10 Alat Tenun Program Serambi Budaya Melayu Batubara
Sinetron Di Antara 2 Suami Ditolak, Tidak Sesuai Agama dan Budaya
DDW Resmikan Program Serambi Budaya Tenun Songket Melayu di Batubara
DDV Sumut Ikut Pawai Budaya Kampanye Peduli Iklim
Komentar