Direktur STFJ Rahmad sebut Cara Turunkan Angka Kerusakan Hutan dan Pemburuan Satwa
drberita.id | Sumatra Trofical Forest Journalism (STFJ) menggelar diskusi publik dengan tema 'Pemanfaatan Jasa Wisata Alam berbasis Konservasi dalam Mengantisipasi Kerusakan Hutan dan Perburuan Satwa Liar' di Rock Island, Bukit Lawang, Langkat, Sumatera Utara, Jumat (4/2/2022).
Narasumber dalam kegiatan itu adalah Kepala Resor, Bekancan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Wilayah V Bahorok, Jon Maruli Purba dan Pelaku Jasa Wisata Lingkungan, Joni Kurniawan.
Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Muhammad Said Harahap M.I.Kom sebagai pembawa acara.
BACA JUGA:
Aktivis 98 Dukung KPK Lanjutkan Tersangka Mantan Anggota DPRD Sumut dan Donatur Suap Gatot
Direktur STFJ Rahmad Suryadi berharap diskusi ini menjadi pengetahuan baru bagi semua pihak bahwa pemanfaatan jasa wisata alam berbasis konservasi dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan hutan. Sehingga kerusakan hutan dan perburuan satwa liar dapat diminimalisir.
"Saat ini pemanfaatan jasa wisata alam berbasis konservasi dinilai menjadi salah satu solusi dalam mengantisipasi praktik perusakan hutan dan perburuan satwa liar. Karena akar permasalahan selama ini adalah kemiskinan, jika masyarakat sejahtera, hal itu akan membuat masyarakat tidak perlu masuk ke hutan", kata Rahmad.
Menurut Rahmad keterlibatan masyarakat sangat berperan penting dalam menjaga hutan. Sebab masyarakat kini dapat menjadi social buffer dalam menjaga kawasan konservasi, khususnya di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
"Dalam diskusi tadi, muncul gagasan akan dibentuk kelas lingkungan, dan MTS Negeri IV Bahorok, akan menjadi sekolah percontohan," ucap Rahmad.
Kepala Resor Bekancan, BBTNGL, Wilayah V Bahorok, Jon Maruli Purba mengatakan pihaknya sangat mendukung penuh kegiatan ini.
"Kami dari pihak BBTNGL sangat mendukung penuh adanya kegiatan ini dan nantinya dapat berkolaborasi," kata Jon.
Menurutnya Taman Nasional Gunung Leuser kini memiliki sejumlah satwa kunci yang harus dijaga dan dilestarikan. Karena Bukit Lawan merupakan kawasan TNGL yang memiliki potensi besar dan menarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara.
Pelaku Jasa Wisata Lingkungan, Joni Kurniawan menyebutkan, pengelolaan jasa wisata lingkungan harus memiliki nilai konservasi yang memiliki nilai untuk paket wisata.
"Kita harus memahami bahwa melihat satwa liar tidak harus berdekatan dan berjumpa. Hal itu menjadi nilai yang tinggi, karena membuat wisatawan menjadi penasaran dan konservasi berjalan baik.
Bukit Lawang memiliki potensi yang luar biasa, selain hutan, sungai, orangutan ada juga kawasan batu karst, seperti di Rock Island. Lokasi ini bisa dijadikan destinasi wisata edukasi baik anak sekolah, keluarga maupun masyarakat umum," kata Joni.
Alex Alzuhri selaku pengelola di Rock Island mengatakan, perlu mengenalkan lokasi Rock Island menjadi destinasi wisata baru di Bukit Lawang. Tentunya dengan menonjolkan sisi uniknya.
"Untuk mendatangkan orang ke lokasi wisata, sekarang harus ada hal yang baru. Berada di Rock Island, kita seperti berada di Jaman Megalitikum. Hal tersebut dapat mengubah pola pikir kita. Cukup berada di luar kawasan Taman Nasional Gunung Leuser tak kalah dengan destinasi di dalamnya. Kita juga kembali memperkenalkan Rock Island menjadi lokasi edukasi, pendidikan dan latihan." Disini kita membuka diklat panjat tebing alam dan pelatihan kebencanaan", ujar Komandan SAR Bukit Lawang itu dalam rilis yang diterima.
BACA JUGA:
Jaksa Agung RI Harus Proses Aliran Dana Korupsi Alkes ke Andar Harahap
Dalam diskusi itu dihadiri oleh perwakilan dari Kecamatan, Bahorok, tokoh masyarakat , pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Langkat pelaku wisata Bukit Lawang, guru, NGO, sejumlah mahasiswa.
Tersangka ASN Penganiaya Wartawan tvOne Belum Ditahan Polres Tapsel, Aliansi Jurnalis Akan Demo Polda Sumut
Wakil Walikota Medan dan FJM Berbagi Daging Kurban Idul Adha di Warkop Jurnalis
Bertemu Jurnalis Tempo: Kajati Sumut Harli Siregar Tinggalkan Warisan Akhiri Tugas
HPN 2026: Bank Sumut Adakan Lomba Karya Tulis Artikel Opini Khusus Jurnalis Berhadiah Rp.63 Juta
Intervensi Kerja Jurnalistik: Eksponen 66 dan Ahli Dewan Pers Respon Ada Kawanan Jurnalis Termul di Sumut