Diduga Korban Corona, Warga Korea Tewas di Langkat Sumut
Artam - Senin, 10 Februari 2020 14:23 WIB
istimewa
Warga Korea yang tewas diduga korban virus corona di Pelabuhan Pangkalan Susu, Langkat, Sumut.
DRberita | Mayat warga negara asal Korea dievakuasi tim gabungan dari Kapal Sun Shine berbendera Panama, Minggu 9 Februari 2020 malam. Jasadnya kini sudah berada di Rumah Sakit Umum Dr Pirngadi, Medan, Senin 10 Fenruari 2020.
Korban bernama Jung Seungwon (21) status crew mesin kapal memiliki nomor paspor M46824128. Korban diketahui tewas sebelum tim karantina (KKP) Pelabuhan Pangkalan Susu tiba di lokasi kapal.
"Saat kita sampai di kapal korban sudah meninggal dunia. Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya luka dan tanda-tanda kekerasan," kata Kepala Kantor Kesehatan Karantina (KKP) Pangkalan Susu Syarifuddin di Pelabuhan Pertamina EP Field, Pangkalan Susu.
Kapal Sun Shine berbendera Panama diketahui sedang berlayar dari Pelabuhan Singapura menuju Qatar. Saat berada di Perairan Aceh-Langkat, kapal mengirim signal 'Medical Evacuation' ke Poskamla TNI AL Belawan.
Pesan yang diterima dari Kapal Sun Shine, ada seorang crew kapal mengalami sakit demam tinggi, sehingga butuh penanganan medis dengan segera.
Atas dasar informasi itulah, Poskamla TNI-AL Belawan langsung meneruskan ke Poskamla TNI-AL Pangkalan Susu, Langkat, dan Kantor Syahbandaran dan Otoritas (KSO) Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu. Tim gabungan
langsung berangkat menuju Kapal Sun Shine yang berada di tengah laut.
Dengan menggunakan Kapal Boat Martha Channel milik Pertamina EP Field Pangkalan Susu, dinahkodai Nurul Fajrin Hasibuan beranggotakan 8 orang ABK, tim gabungan tiba di Kapal Sun Shine, sekitar pukul 21.30 Wib.
Korban didapati telah meninggal dunia, dimana penyebab korban meninggal masih belum diketahui.
Kepala Kantor KSOP Pangkalan Susu, Gamal Sembiring mengatakan sesuai prosodur pihaknya sudah berkordinasi dengan seluruh instansi terkaitan dan berkepentingan. "Penyebab kematiannya saya tidak bisa berkomentar karena itu ranahnya tim medis, sejauh ini tim gabungan sudah bekerja maksimal mengerahkan kekuatan yang ada," kata Gamal.
Korban diduga tewas karena Virus Corona, namun Gamal tak menjawab. "Saya tidak berani dan belum bisa menjawab, namun hasilnya malam ini diduga korban sudah meninggal, kejelasannya nanti disampaikan oleh tim medis," katanya.
Korban tiba sekitar pukul 00.40 wib (Senin 10 Februari 20) di Pelabuhan Pertamina Pangkalan Susu, langsung disambut tim kesehatan dan karantina berpakaian lengkap berwarna kuning. Korban dipemeriksa secara singkat, sebelum akhirnya dibawa ke RS Pertamina dan paginya rujuk ke RSU dr Pirngadi Medan.
Korban bernama Jung Seungwon (21) status crew mesin kapal memiliki nomor paspor M46824128. Korban diketahui tewas sebelum tim karantina (KKP) Pelabuhan Pangkalan Susu tiba di lokasi kapal.
"Saat kita sampai di kapal korban sudah meninggal dunia. Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya luka dan tanda-tanda kekerasan," kata Kepala Kantor Kesehatan Karantina (KKP) Pangkalan Susu Syarifuddin di Pelabuhan Pertamina EP Field, Pangkalan Susu.
Kapal Sun Shine berbendera Panama diketahui sedang berlayar dari Pelabuhan Singapura menuju Qatar. Saat berada di Perairan Aceh-Langkat, kapal mengirim signal 'Medical Evacuation' ke Poskamla TNI AL Belawan.
Pesan yang diterima dari Kapal Sun Shine, ada seorang crew kapal mengalami sakit demam tinggi, sehingga butuh penanganan medis dengan segera.
Atas dasar informasi itulah, Poskamla TNI-AL Belawan langsung meneruskan ke Poskamla TNI-AL Pangkalan Susu, Langkat, dan Kantor Syahbandaran dan Otoritas (KSO) Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu. Tim gabungan
langsung berangkat menuju Kapal Sun Shine yang berada di tengah laut.
Dengan menggunakan Kapal Boat Martha Channel milik Pertamina EP Field Pangkalan Susu, dinahkodai Nurul Fajrin Hasibuan beranggotakan 8 orang ABK, tim gabungan tiba di Kapal Sun Shine, sekitar pukul 21.30 Wib.
Korban didapati telah meninggal dunia, dimana penyebab korban meninggal masih belum diketahui.
Kepala Kantor KSOP Pangkalan Susu, Gamal Sembiring mengatakan sesuai prosodur pihaknya sudah berkordinasi dengan seluruh instansi terkaitan dan berkepentingan. "Penyebab kematiannya saya tidak bisa berkomentar karena itu ranahnya tim medis, sejauh ini tim gabungan sudah bekerja maksimal mengerahkan kekuatan yang ada," kata Gamal.
Korban diduga tewas karena Virus Corona, namun Gamal tak menjawab. "Saya tidak berani dan belum bisa menjawab, namun hasilnya malam ini diduga korban sudah meninggal, kejelasannya nanti disampaikan oleh tim medis," katanya.
Korban tiba sekitar pukul 00.40 wib (Senin 10 Februari 20) di Pelabuhan Pertamina Pangkalan Susu, langsung disambut tim kesehatan dan karantina berpakaian lengkap berwarna kuning. Korban dipemeriksa secara singkat, sebelum akhirnya dibawa ke RS Pertamina dan paginya rujuk ke RSU dr Pirngadi Medan.
Dua orang warga Negara Filiphina atasnama Jacky nomor paspor P5098023A dan Robles Jesus nomor Paspor P5577391A juga ikut dievakuasi sebagai pendamping dari perusahaan Kapal Sun Shine. (art/drc)
SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Macron Tolak Tes PCR di Rusia, Pemuda Katolik: Lendir Saja Tidak Rela Kasih, Konon Sejengkal Tanah
Imakor Sumut Demo Anggaran Covid-19 Ketenagakerjaan di Kantor Kejatisu
Sebanyak 436 Pegawai KPK Positif, 10 Orang Meninggal Dunia
Camat Medan Deli: Hindari Tempat Keramaian Jika Tidak Mendesak
Catatan Kecil Perjuangan: Selamat Jalan Singa Allah & Muallim Umat Allahuyarham Ustadz Tengku Zulkarnain
Kalah Lawan Virus Corona, Ustadz KH. Tengku Zulkarnai Meninggal Dunia
Komentar