Arsjad Rasjid Terkesan Adu Domba TNI Dengan Relawan Ganjar-Mahfud

Suasana Politik Jadi Tidak Kondusif
Redaksi - Senin, 01 Januari 2024 21:09 WIB
Arsjad Rasjid Terkesan Adu Domba TNI Dengan Relawan Ganjar-Mahfud
Poto: Istimewa
Ketua Umum Relawan Persatuan Nasional (RPN) Muhammad Ikhyar Velayati.
drberita.id -Ketua Umum Relawan Persatuan Nasional (RPN) Muhammad Ikhyar Velayati menilai pernyataan Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid terkesan mengadu domba antara TNI dengan Relawan Ganjar-Mahfud se Indonesia.

"Pihak TNI kan sudah memberi klarifikasi bahwa peristiwa tersebut salah paham dan sudah bergerak cepat menahan para pelaku. Saat ini mereka sedang diperiksa di Makodim Bayolali, terus apalagi masalahnya? Pernyataan Pak Arsjad Rasjid itu terkesan ingin mengadu domba TNI dengan relawan Ganjar-Mahfud se-Indonesia," ujar Ikhyar dalam rilis tertulisnya di Medan, Senin 1 Januari 2024.

Sebelumnya, Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid mengatakan penganiayaan yang dilakukan oknum TNI kepada peserta kampanye Ganjar-Mahfud merupakan bentuk kekerasan terhadap keluarga besar Ganjar-Mahfud

"Yntuk kami setiap orang pendukung Ganjar-Mahfud adalah anggota keluarga besar Ganjar-Mahfud, tindak kekerasan terhadap satu orang adalah kekerasan terhadap seluruh keluarga besar Ganjar-Mahfud, dan kami sangat serius. Kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali," kata Arsjad saat konferensi pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Senin 1 Januari 2024.

Ikhyar menambahkan, pernyataan Arsjad Rasjid dapat membuat suasana politik menjadi tidak kondusif.

"Pernyataan tersebut justru dapat memperkeruh suasana dan dinamika politik bisa menjadi tidak kondusif. Bisa saja keluarga besar TNI tersinggung dengan ucapan Pak Arsjad tersebut," ungkap Ikhyar.

Ikhyar berharap para elit politik agar dapat membuat pernyataan yang sejuk dan mendinginkan suasana sehingga tidak ada gejolak di masyarakat.

"Setiap gesekan yang terjadi di masyarakat harusnya para elit politik dan tokoh masyarakat selalu mengeluarkan pernyataan yang sejuk dan mendinginkan suasana, bukan malah memperbesar masalah yang sebenarnya konflik biasa. Rakyat Indonesia saat ini sedang pesta demokrasi, bukan perang antar geng," tegas Cesper demikian akrab di sapa Ikhyar.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru