ICMI: Presiden Prabowo Tidak Serius Dalam Pemberantasan Narkoba

Redaksi - Senin, 18 Agustus 2025 22:12 WIB
ICMI: Presiden Prabowo Tidak Serius Dalam Pemberantasan Narkoba
Poto: Istimewa
Ketua Presidium ICMI Muda, Tumpal Panggabean.
drberita.id -Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda mengapresiasi sejumlah capaian pemerintah sebagaimana pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam sidang istimewa MPR RI, 15 Agustus 2025.

Meskipun mengapresiasi sejumlah capaian, tetapi ICMI juga memberikan catatan kritis terkait lemahnya penanganan terhadap peredaran narkoba.

"Capaian pemerintah memang banyak yang berhasil, tetapi banyak juga yang masih gagal, salah satunya pemberantasan narkoba," ucap Ketua Presidium ICMI Muda, Tumpal Panggabean, kepada wartawan, Senin 18 Agustus 2025.

Saat ini musuh terbesar bangsa ini adalah narkoba. Tumpal mengatakan, peredaran narkoba sangat massif dan sistematis.

"Banyak orang terlibat, banyak orang rusak termasuk sejumlah oknum aparat juga banyak yang terlibat. Mulai dari pangkat paling rendah hingga Jenderal. Ini sangat miris dan menakutkan," ujarnya.

Tumpal menjelaskan, masa depan bangsa yang kaya akan sumberdaya alam ini berada diujung tanduk, sekiranya Presiden Prabowo tidak serius dalam pemberantasan Narkoba.

"Daya rusak narkoba ini luar biasa karena yang dirusaknya adalah anak muda. Jika generasi muda sudah terjerat narkoba, yakinlah kita bangsa asing akan mudah mengusir kita dari tanah kita ini. Karena narkoba ini merusak otak," jealsnya.
Dalam pernyataan resminya, ICMI Muda menyatakan kebanggaannya terhadap berbagai keberhasilan pemerintah, mulai dari penghematan APBN senilai Rp.300 triliun, swasembada pangan, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian makanan bergizi kepada 20 juta anak dan ibu hamil, penciptaan 290.000 lapangan kerja melalui program MBG, hingga peningkatan kesejahteraan guru dan pembangunan koperasi Desa.

Menurut Tumpal, capaian capaian tersebut tentu sangat membanggakan dan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun, ada satu ancaman besar terhadap masa depan bangsa yang luput disinggung dalam pidato Presiden, yaitu masalah narkoba.

ICMI Muda menyayangkan tidak adanya penyampaian prestasi dari aparat penegak hukum seperti Polri, TNI, maupun BNN dalam upaya pemberantasan narkoba menjadi preseden yang sangat buruk bagi penegakan hukum.

Padahal, kejahatan narkoba sudah dikategorikan sebagai extraordinary crime yang setara dengan korupsi.

"Apakah penanggulangan narkoba tidak dianggap penting? Atau memang belum ada prestasi yang bisa dibanggakan? Kami curiga ada pembiaran terhadap peredaran narkoba yang semakin menggurita ini," lanjut Tumpal.

ICMI Muda juga mengungkap bahwa berbagai surat resmi yang dikirimkan kepada Kapolri, Panglima TNI, Kepala BNN, dan beberapa kementerian terkait justru tidak mendapat respons.

Hanya Kementerian Agama melalui Wakil Menteri Agama yang memberikan tanggapan dan telah menjalin kerja sama dengan ICMI Muda dalam program "Kampus Bersinar" atau Kampus Bersih Narkoba.
Sorotan tajam juga diberikan terhadap situasi di Sumatera Utara yang menempati peringkat pertama dalam kasus penyalahgunaan Narkoba. Meski demikian, ICMI Muda memberikan apresiasi terhadap langkah berani Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Kapolda dan Pangdam yang membongkar dan menghancurkan sarang sarang narkoba di wilayahnya.

"Kami salut dan bangga atas tindakan nyata di Sumatera Utara. Ini salah satu contoh bahwa jika ada kemauan politik dan keberanian, maka sarang-sarang Narkoba ini bisa dihancurkan," ungkap Tumpal Panggabean.

Menutup pernyataannya, ICMI Muda meminta, Presiden Prabowo yang juga merupakan seorang Jenderal TNI, untuk menggunakan kewenangannya dalam membumihanguskan jaringan Narkoba di Indonesia.

"Kami ingin melihat tangan jenderal membasmi bandar narkoba, memutus mata rantainya, dan menghancurkan tempat tempat peredarannya. ICMI Muda siap berada di garda terdepan bersama Presiden dalam memerangi Narkoba," katanya.

Tumpal menambahkan, pada rakernas pertama ICMI Muda tahun 2007 di Sumut, ICMI Muda menjadikan pemberantasan narkoba ini salah satu program prioritas.

"Oleh karena itu, kami meminta ruang dan dukungan dari pemerintah untuk bisa berperan aktif bersama elemen bangsa lainnya dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba," tutupnya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru