Kisah Rombongan Hakim PN Kuala Simpang Selamat dari Banjir Bandang dan Longsor Sumatera

Redaksi - Sabtu, 06 Desember 2025 20:32 WIB
Kisah Rombongan Hakim PN Kuala Simpang Selamat dari Banjir Bandang dan Longsor Sumatera
Poto: Istimewa
Rombongan Hakim PN Kuala Simpang tiba di Langkat Sumut.
Di Kantor BSI, mereka mengungsi di lantai 2, ruang server berukuran 2x1,5 meter, dengan kondisi gelap gulita. 40 pengungsi lainnya mayoritas perempuan dan anak kecil menginap di ruang staf BSI. Syukurnya di kantor itu masih ada air bersih, sehingga dapat membasuh tubuh dan mengganti baju yang sudah terendam air.

Suara air, kegelapan, lapar, haus, dan ketakutan, menjadi teman mereka selama mengungsi. Beruntungnya, di ruangan tersebut masih ada air mineral dan 4 cup mie instan untuk bertahan hidup.

Karena debit air terus naik hingga mencapai lantai 2 gedung, para hakim itu harus mengantisipasi kejadian terburuk. Mereka menghemat makanan hingga terpaksa membagi 1 cup mie instan untuk dimakan bersama. Hanya 1 kali makan per hari, selama 2 hari.

Hari ketiga mengungsi, terlihat air perlahan surut. Para pengungsi yang kelaparan mulai mencari makanan dengan menjarah toko dan minimarket yang berada di sekitar kantor. Mereka terpaksa melakukan itu untuk bertahan hidup.

Akhirnya, pada Sabtu 29 November 2025 siang, air di sekitar Kantor BSI surut. Mereka pun memutuskan untuk berjalan kaki ke Kantor PN Kuala Simpang. Di tengah perjalanan mereka kembali diingati warga bahwa kondisi air di depan kantor PN masih setinggi pinggang orang dewasa. Arus air pun masih sangat deras membawa material bangunan seperti seng, kaca, kayu, yang bisa saja melukai.

Tak ingin mengambil resiko, rombongan hakim itupun memutuskan untuk bertahan di lantai 2 rumah makan yang berjarak sekira 600 meter dari kantor PN Kuala Simpang. Menunggu banjir mereda sekitar 3 jam, rombongan hakim menembus derasnya arus banjir yang setinggi paha untuk menghindari malam hari.

Setelah berhasil evakuasi mandiri ke Kantor PN, ternyata warga telah menuhi lantai 2. Sementara, 8 orang pegawai PN lainnya sudah berada di dalam ruangan. Untuk pertama kalinya sejak terjebak banjir bandang, rombongan hakim merasakan aman karena sudah sampai di 'rumah'. Aman melepas rindu saja tidak cukup, mereka harus memiliki kebutuhan makan dan minum.

Pada Minggu 30 November 2025 pagi, setelah banjir surut total, rombongan hakim PN Kuala Simpang turun ke jalan untuk mencari logistik ke rumah dinas, karena persediaan makan dan minuman sudah habis. Ternyata kondisi rumah dinas lebih parah, lumpur setinggi 30 cm menutupi pintu masuk rumah, sehingga kami tidak bisa dibuka.

Siangnya, seorang pegawai PN bernama Faisal MY membawa mereka ke rumahnya di daerah Paya Bedi (dataran tinggi tidak tergenang air), dengan sepeda motor yang dilangsir sebanyak 4 kali perjalanan.

Di rumah tersebut, rombongan hakim menginap selama 1 malam hingga akhirnya pada Senin 1 Desember 2025 siang, mereka menerima informasi ada akses menuju Sumut, menggunakan kapal kayu ke Pelabuhan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru