Putra Tokoh Pemekaran Minta Pemkab Labura Serius Menata Kota Aek Kanopan
Poto: Darrenz
Nasri Zemaidar, putra dari tokoh pemekaran, almarhum Ahmad Dewi Sukur.
drberita.id | Nasri Zemaidar, putra dari tokoh pemekaran, almarhum Ahmad Dewi Sukur, mendorong agar Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Pemkab Labura), lebih serius untuk melakukan penataan Kota Aek Kanopan yang merupakan Ibukota Kabupaten bersemboyan Basimpul Kuat Babontuk Elok ini.
Pria 54 tahun yang akrab disapa Bang Mancen ini, mengungkapkan kesedihannya melihat kondisi Kota Aek Kanopan yang menurutnya tak mencerminkan wajah sebuah ibukota kabupaten. Dalam pandangannya, Kota Aek Kanopan terlalu berantakan sebagai sebuah ibukota.
Anak kandung Ahmad Dewi Sukur ini menyayangkan semrawutnya tata kelola kota Aek Kanopan yang tidak teratur. Dua belas tahun pasca pemekaran, belum terlihat kemajuan atau pun perubahan wajah Kota Aek Kanopan.
Dia juga mengkritisi kinerja Dinas Perhubungan Labura yang dinilainya telah abai dan lalai karena telah melakukan pembiaran terkait banyaknya loket-loket bus yang berada tepat di pusat kota.
"Inilah salah satu yang membuat Kota Aek Kanopan semakin berantakan. Setiap ada bus berhenti yang memakan setengah badan jalan, pasti akan terjadi kemacetan panjang," ujarnya, saat berbincang ringan, Minggu 5 Juni 2022.
Nasri meminta agar Dinas Perhubungan menertibkan loket-loket bus yang ada di pusat kota dan merelokasinya ke terminal bus Aek Kanopan.
BACA JUGA:
Nonton Formula E, AHY Bertemu Anies Baswedan
Lebih jauh, Nasri mendorong agar Pemkab Labura, di bawah kepemimpinan Bupati Hendri Yanto Sitorus segera merealisasikan pembangunan jalan lingkar timur Aek Kanopan. Harapannya, dengan terealisasinya pembangunan jalan lingkar ini, tentunya akan memberi wajah baru bagi Kota Aek Kanopan yang dengan sendirinya akan semakin meluas dan berkembang, juga akan menekan kemacetan lalu lintas di pusat kota.
Tak hanya jalan lingkar, ia juga mendesak Pemkab Labura untuk segera menyelesaikan pembangunan jalan dua lajur Aek Kanopan - Guntingsaga yang sudah mulai dikerjakan beberapa tahun lalu. Keberadaan jalan dua lajur ini diharapkannya akan mempercantik wajah Kota Aek Kanopan.
Keberadaan Pasar Inpres Aek Kanopan juga tak luput dari amatannya. "Bang Mancen" menilai, lokasi pasar saat ini sudah sangat tidak layak lagi dan pantas untuk direlokasi ke tempat yang lebih mendukung berdirinya sebuah pasar.
Lokasi pasar yang saat ini berbatasan langsung dengan komplek kantor bupati dinilainya sangat tidak pantas, karena akan menimbulkan kesan kumuh bagi pusat pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Utara.
"Cobalah cek ke pajak (pasar) itu. Kan tak cocok lagi itu. Kumuh kali ya kan. Masa' lah pula toilet pajak paslah ke tembok rumah dinas bupati," cetusnya.
BACA JUGA:
4 Terdakwa Pengeroyokan Wartawan di Madina Tidak Keberatan Dengan Dakwaan
Mengakhiri perbincangan, Nasri meminta Bupati Labura, Hendri Yanto Sitorus memberikan perhatian serius dalam membangun Kota Aek Kanopan yang tetap berpatokan pada Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), agar Kabupaten Labuhanbatu Utara ini dapat bersaing dengan kabupaten lain di Sumatera Utara.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Pemkab Labura Donasi ke Palestina Rp345,5 Juta
Pulang dari Bandung, Komisi A Segera Panggil Semua Pihak Terkait PMKS PT. Sawit Sumatera
Soal Izin PMKS PT. Sawit Sumatera Perkasa, Ketua Komisi A: Akan Kita Crosschek ke Lapangan
PMKS PT. Sawit Sumatera Perkasa tak Berizin, Bupati Hendriyanto: Nanti Saya Konfirmasi
KPK-RI Desak Pemkab Labura Tutup PMKS PT. Sawit Sumatera Perkasa
PMKS PT. Sawit Sumatera Perkasa tak Berizin, Kasatpol PP: Kami Tunggu Perintah Pimpinan
Komentar