Viral, Petisi Rakyat Tano Batak Minta PT. TPL Kembalikan Hak Lingkungan

- Sabtu, 01 Mei 2021 23:06 WIB
Viral, Petisi Rakyat Tano Batak Minta PT. TPL Kembalikan Hak Lingkungan
Foto: Ilustrasi
Warga lawan PT. TPL
drberita.id-TOBA | Perjuangan panjang dan upaya untuk menuntut hak yang berkeadilan kepada perusahaan PT. Toba Palp Lestari (TPL) memasuki babak baru. Tak tanggung-tanggung Pdt. Faber S. Manurung, STh, M.Sc membuat petisi untuk 'menyelamatkan' bumi yang diunggah di laman change.org, Sabtu 1 Mei 2021.

Hasil penyelusuran awak media terhadap laman petisi itu, terlihat yang menanda tangani petisi sudah mencapai 400 orang. Tak dapat dipungkiri petisi itu untuk mengingatkan kepedulian semua pihak pada kelestarian lingkungan hidup.


Maka, berbagai cara dilakukan orang untuk menggugah kesadaran pentingnya melestarikan lingkungan hidup. Dan petisi tersebut diberi judul "PT. Toba Pulp Lestari! Tolong Kembalikan Hak Lingkungan Bersih Warga Parbulu!".


Berikut petisi untuk menyelamatkan bumi yang diunggah di laman change.org;

[br]

1. Kembalikan tanah leluhur kami yang sudah dipakai 34 tahun

2. Kembalikan kesuburan tanah, kemurnian air, dll, supaya bisa diolah menjadi sumber ekonomi

3. Ganti rugi untuk seluruh korban baik materi maupun jasmani, akibat polusi kimia, dan operasional pabriknya

Sementara, pencetus petisi meminta, supaya pemilik PT. TPL langsung turun tangan, dan berbicara dengan warga Kampung Parbulu, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, khususnya keturunan Oppu Sinta Manurung dan warga lainnya. Karena selama ini, menurut mereka, anak buah PT. TPL diduga telah sengaja memberikan harapan palsu secara berulangkali, bahkan melakukan pembohongan.


Kemudian, beragam komentar pun bermunculan di kolom petisi, dan apa yang menjadi alasan masyarakat menanda tangani petisi akhirnya terkuak kepermukaan.


Berikut ini ragam komentar masyarakat menanda tangani petisi tersebut. Lihat mengapa orang lain menandatangani petisi dan mengapa pula petisi ini penting untuk mereka.

[br]

"Pencemaran lingkungan Danau Toba akibat limbah PT. TPL sudah tidak bisa ditolerir, terlebih program Danau Toba sebagai super prioritas wisata," tulis Tommy Sihombing.

"Karena sudah terlalu lama PT. TPL (dulu Indorayon) menindas Tano Batak dibiarkan oleh rezim pemerintah silih berganti," tulis Eliakim Sitorus.


"Sudah sejak lama menindas dan dibiarkan dari tahun ke tahun oleh pemerintah, kepada bapak bapak penyalur suara rakyat, tolonglah gunakan wewenang kalian untuk menyampaikan suara kami ini, semoga cepat ditanggapi," tulis Yosua Maranatha Sianturi.


"TPL perusak lingkungan dan perampas Tanah Adat/Hutan Adat di Tanah Batak, TPL Go To Hell!," tulis Sammas Sitorus.

"Hak atas tanah kembalikan kepada masyarakat, negara wajib melindungi masyarakatnya bukan berpihak pada pemodal," tulis Gamin Lampor.

"Tuhan tolong penyelesaian konflik ini. Bagaimanapun pencemaran merugikan generasi sekarang dan berikutnya. Tetap semangat," tulis Emma Manurung.


SHARE:
Editor
: Artam
Sumber
: Rilis
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru