Tanya Kasus, Korban Dugaan Pemerasan Datangi Polda Sumut
Artam - Kamis, 11 Februari 2021 21:00 WIB
Foto: Istimewa
Korban dan kuasa hukum
drberita.id | Muhammad Jefri Suprayudi didampingi Kuasa Hukum Sipayung Panggabean dan Patner kembali mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja Km 10,5, Medan, Rabu 10 Februari 2021.
Kedatangan korban Jefri bertujuan mengonfirmasi ke penyidik Ditreskrimum Polda Sumut terkait saksi penyerahan uang dan saksi proses penangkapan korban oleh pihak Polsek Medan Helvetia.
"Memang pihak Polsek Medan Helvetia telah mengembalikan uang yang diminta kepada korban Jefri. Namun tidak genap Rp 200 juta. Uang yang dikembalikan sebesar Rp 199 juta, dengan rincian, Rp 100 juta secara cash (tunai) dan Rp 99 juta secara transfer," ujar Jefri didampingi Tim Kuasa Hukum Jhon Feryanto Sipayung SH, Roni Prima Panggabean SH CLA dan Irvan Viktor Gultom SH, kepada wartawan, Kamis 11 Februari 2021.
Tetapi, lanjut Jefri, mobil dan handphone miliknya belum dikembalikan oleh pihak Polsek Medan Helvetia. Dia mengaku, total kerugian yang dialaminya atas kasus pemerasan tersebut, sedikitnya mencapai Rp 500 juta.
"Jika ditotalkan kerugian saya, yakni uang Rp 200 juta, mobil dan hp, sedikitnya Rp 500 juta," ungkapnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum korban, Roni menjelaskan, dengan dikembalikannya uang tersebut, makan diindikasikan bahwa dugaan penangkapan tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku dan dugaan pemerasan itu terbukti. Artinya dengan telah dikembalikannya uang itu dan telah diterima korban dari oknum Polsek Medan Helvetia.
"Hal ini juga telah disampaikan ke Paminal Propam Polda Sumut," katanya.
Kemudian, jelas Roni, mobil milik korban yang ditahan kondisinya tidak lagi berada di Mapolsek Medan Helvetia, tetapi sudah berada di Mapolda Sumut. Namun, tidak tahu apa statusnya. "Itu juga menjadi bukti bagi kita, bahwasanya dugaan perampasan itu kuat kebenarannya, bahwa mobil itu memang ada di sini (Mapolda Sumut, red)," sambungnya.
Pihaknya percaya Polda Sumut mampu menangani kasus klien-nya secara profesional dan menindak tegas oknum-oknum polisi nakal tersebut.
"Kami juga sedang menunggu jadwal DPR RI, terkait dugaan perbuatan pidana yang telah terjadi, dengan bukti pengembalian uang itu, supaya Polda Sumut bersih dari oknum-oknum polisi nakal," tukasnya.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi dikonfirmasi mengatakan, penyelidikan kasus tersebut masih terus berjalan di Propam. "Semua masih terus berjalan," ujarnya singkat.
art/drb
SHARE:
Editor
: Artam
Sumber
: Rilis
Tags
Berita Terkait
5 Indikator Utama Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke-80
Donor Darah HUT Bhayangkara ke-80 Tahun di Polda Sumut Untuk Perkuat Nilai Kemanusiaan
Tersangka ASN Penganiaya Wartawan tvOne Belum Ditahan Polres Tapsel, Aliansi Jurnalis Akan Demo Polda Sumut
BAIS Tangkap 6 Penyelundup Calon PMI di Perairan Kuala Bagan Asahan, Polda Sumut Akan Bongkar Jaringan
Markas Begal Marelan Digerebek Tim URC Polda Sumut: 8 Orang Ditangkap, 3 Ditembak Melawan Petugas
134 Pengunjung Lokasi Hiburan Malam di Kota Medan Terjaring Razia Gabungan BNN dan Polda Sumut
Komentar