Herri Zulkarnain Jangan Salahkan Gubsu, Tapi Salahkan Meilizar Latief
Istimewa
Ahmad Kamil Lubis
drberita.id | Pernyataan Plt. Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain sangat ceroboh kepada Gubernur Edy Rahmayadi. Pernyataan itu karena Edy mendukung Lokot Nasution sebagai calon Ketua Demokrat Sumut di musda yang akan datang.
"Herri jangan salahkan Gubsu, tapi salahkan Meilizar Latief. Sebagai sekretaris, Meilizar Latief terbukti tidak mampu membangun komunikasi politik dengan Edy Rahmayadi," ujar Sekretaris Bidang Pengembangan dan Pengawasan Infrastruktur DPD Partai Demokrat Sumut Ahmad Kamil Lubis dalam keterangan tertulis, Sabtu 4 September 2021.
Menurut Kamil Lubis, seharusnya Herri Zulkarnain juga mencari cara atau menggunakan orang lain untuk bisa bertemu dengan Edy Rahmayadi, jika sekretarisnya Meilizar Latief tidak mampu mempertemukannya. Seperti yang telah dilakukan oleh Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Lokot Nasution.
BACA
JUGA : Bubarkan Aksi Ngamen Musisi Kota Medan, Edoy: Pak Lurah Banyak Piknik & Jangan Over Acting
"Herri bisa menggunakan jasa orang lain, apalah namanya, agen atau makelar misalnya agar bisa bertemu Edy. Dalam politik, Herri jangan terlalu cengeng melihat manuver politik yang dimainkan Lokot. Ia bisa bertemu dan mendapat dukungan Gubsu mungkin karena kemampuan politiknya merangkul orang lain yang dekat dengan Gubsu. Selama ini Herri kemana saja, mengapa dia tidak membangun komunikasi politik ke Edy Rahmayadi," beber Kamil.
Kamil juga menyesalkan sikap Herri Zulkarnain yang mengarahkan wartawan bertanya langsung ke Gubernur Edy Rahmayadi.
BACA JUGA:
LBH Medan Kecam Pemkab Deliserdang Belum Jawab Penolakan Pengajuan AMDAL PT.Deli Megapolitan
"Herri harus memahami kerja jurnalis itu independen dan tidak perlu disuruh-suruh. Herri jangan intervensi apalagi memprovokasi teman-teman wartawan "menyerang" Edy. Jiwa besar saja Herri, ajak sekretarisnya Meilizar Latief bertemu dan bertanya langsung ke Edy atas dukunganya ke Lokot Nasution," urainya .
Kamil pun berharap seluruh kader dan pengurus Partai Demokrat di Provinsi Sumatera Utara, dapat menyikapi dengan objektif polemik yang terjadi di internal Partai Demokrat menjelang musyawarah daerah.
"Para kader dan pengurus Partai Demokrat di DPD Sumut jangan sampai ikut berpolemik, terutama para ketua DPC yang ada 33. Kita menikmati dinamika politik partai kita ini dengan positif. Pasti berakhir dan menyatu kembali setelah musda," tandas Kamil.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Pernah Diperiksa KPK 11 Jam, Lokot Nasution Jadi Saksi Sidang Korupsi DJKA, Mikhel Siregar: Demokrat Harus Bersih dari Koruptor
Sidang Korupsi DJKA, Uang Untuk Pilpres dan Pilgubsu, Hakim: Minta KPK Hadirkan Budi Karya dan Lokot Nasution
KPK Jangan Takut Periksa Lokot, Partai Demokrat Tidak Pernah Lindungi Kader Terlibat Korupsi
KPK Periksa Ketua Demokrat Sumut Lokot Nasution di Kasus Korupsi Kemenhub
KPK Kembali Tegaskan Status Ketua Demokrat Sumut Masih Saksi Kasus Korupsi Jalur Kereta Api
Agat Tidak Lagi, KPK Segera Tetapkan Tersangka Ketua Demokrat Sumut
Komentar