Markas Pinjol Bodong Terdeteksi di Cemara Asri
Arcito
Lokasi pinjol bodong yang terdeteksi
drberita.id | Banyak masyarakat kini yang menjadi korban pinjol bodong dengan berbagai modus berbau penipuan dan acaman. Seakan aksi pinjol bodong tersebut luput dari kejaran pihak kepolisian.
Di Kota Medan, markas pinjaman online (Pinjol) bodong itu terdeteksi di Jalan Cemara Asri, Medan. Lokasinya terlihat di gudang pengakutan yang sudah tidak beroperasi lagi.
BACA JUGATerbongkar, Indonesialeaks Temukan Dokumen Kerjasama KPK dan BKN Terkait TWK
Sejumlah korban pinjol bodong kepada DRberita, Senin 7 Juni 2021, mengaku telah tertipu dengan sistem yang dibuat pinjol bodong. Tak itu saja, mereka juga merasa tertekan dengan acaman yang diberikan pihak pinjol bodong, jika tidak mengikuti aturan yang ditetapkan oleh mereka secara sepihak.
Seperti Devi, Lina, dan Ani yang bercerita pernah terkena jebakan pinjol bodong. Mereka menjadi malu karena diteror dengan berbagai cara oleh pihak pinjol bodong.
Seperti penyebaran poto porno dan narkoba dengan mengedit poto KTP dan wajah mereka. Seolah mereka pelacur dan pecandu narkoba. Padahal poto yang disebar pinjol bodong ke sejumlah nomor telepon atau whatsapp tidak benar.
BACA JUGAPengajian Al Insani Serahkan Bantuan Untuk Palestina Melalui Dompet Dhuafa Waspada
Anehnya, setelah korban terjebak dan ikut sistem pinjol bodong, seluruh nomor telepon atau whatsapp korban di handphone dihack. Sehingga gampang bagi pihak pinjol bodong mengambil poto dan menyebar poto editan yang digunakan untuk mengancam korban dengan meletakan poto porno ke nomor-nomor teman korban.
Seperti Ani, dirinya mengaku terjebak pinjol bodong berawal saat dirinya main game. Saat main game muncul tiba-tiba aplikasi bernama "Rupiah Indo" dan tak sengaja terpencet. Lalu, sistem aplikasi mengarahkan dirinya untuk menekan tompol di handphone miliknya sesuai petunjuk dari aplikasi.
[br]
Dengan tawaran yang diberikan, korban terpengaruh dan mengukuti arahan pinjol bodong. Namun faktanya berbeda, setelah transaksi terjadi, pihak pinjol bodong memburu tagihan ke korbannya yang memberi bunga berbeda dengan yang disepakati sejak awal penawaran.
Uang pun dikirim dengan cara transfer ke korban. Namun tagihan cicilan tidak sesuai dengan kesepakatan, misal bunga 10 persen menjadi 30%. Pagi, siang, sore, dan malam, pesan dari pinjol bodong masuk ke whatsapp korban, mendesak untuk membaya cicilan dengan bunga dan waktu tidak sesuai. Janji 1 bulan, sepekan langsung masuk tagihan, atau 2 kali sebulan pesan tagihan masuk ke whatsapp korban.
BACA JUGAAVROS di Sumatera Timur, Dan Kekejaman Tuan Kebun
Dari pengakuan sejumlah wanita korban pinjol jodong tersebut, diperoleh sejumlah nomor telepon dan whatsapp dari pinjol bodong. Anehnya, tidak ada pinjol bodong menggunakan nomor telepon atau whatsapp dari operator telkomsel.
Seperti nomor-nomor telepon dan whatsapp ini; 0813 9980 3575, 0858 7391 0321, 0858 3791 0347, 0858 7391 0474, 0857 6250 5722, 0831 9980 3575, 0831 8656 1864.
Dari sejumlah nomor tersebut, satu per satu dicoba dihubungi dengan menggunakan aplikasi google maps dan getcontact. Nomor 0831 8656 1864 dicek dengan google maps diketahui berada di gudang pengangkutan yang sudah tidak beroperasi di Jalan Cemara Asri, Medan.
BACA JUGATabrakan, 2 Bocah Luka Ringan Korban Lain Tak Bergerak, Kejadian Simpang Swadaya
Kemudian, nomor 0858 7391 0347 dengan getcontact diketahui pemiliknya bernama Udin, nomor 0858 7391 0474 pemiliknya Anissa Rahayu. Tapi pas dihubungi tulisan nomor dan nama mereka terlihat berwarna merah.
Pinjol bodong juga meminta uang ke korban melalui transfer dengan menggunakan kode "1260000ATM - KODE BANKNYA ADALAH 013 PERMATA 7051902660264860 ALFA - KSP DUNIA MUSIK VIA XENDIT KKSS2077496".
[br]
Kode ini mereka kirim ke korban melalui whatsapp dengan tambahan kalimat ancaman. Jika uang tidak dikirim ke kode yang mereka beri, korban pun menjadi panik dengan poto editan yang dikirim pinjol bodong ke nomor whatsapp.
Hingga kini kasus-kasus pinjol bodong di Indonesia yang melanggar Undang Undang ITE belum bisa diberantas oleh pihak kepolisian khususnya.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Sony Sanjaya Pastikan Internal BGN Tidak Ada Terlibat Penipuan Jual Beli Titik SPPG
Dugaan Pemerasan di Propam Polda Sumut, Eks Anggota Polri: Hingga Kini Laporan Saya Masih Mengendap
Ismael Sinaga Imbau Korban Penipuan Oknum ASN Lapor ke Disnaker Sumut Untuk Segera Diproses
BGN: Kasus Ini Murni Penipuan Program Makan Bergizi, Aparat Hukum Harus Bertindak
Polda Sumut Didesak Usut Dugaan Penipuan dan Penggelapan Ratusan Juta PT. SMW
Modus Baru Penipuan Online, Waspadalah
Komentar