Apakah Mahasiswa Masih Menjadi Aktor Sejarah Indonesia?
Redaksi - Minggu, 28 Juni 2026 02:02 WIB
Poto: Istimewa
Demo mahasiswa di Indonesia sampai malam.
Kampus tetap melahirkan banyak anak muda yang bekerja tanpa pamrih untuk masyarakat. Menutup mata terhadap kenyataan itu sama tidak adilnya dengan menganggap seluruh mahasiswa telah kehilangan idealisme.
Namun sejarah tidak dibentuk oleh pengecualian. Sejarah bergerak mengikuti kecenderungan dan kecenderungan itulah yang mulai memperlihatkan perubahan yang menarik.
Selama ini kita cenderung melihat perubahan hanya terjadi pada mahasiswa. Padahal, perubahan yang jauh lebih besar justru terjadi pada cara kekuasaan mempertahankan dirinya.
Jika pada masa lalu kritik sering dihadapi dengan represi, kini hubungan antara negara dan gerakan mahasiswa berkembang menjadi jauh lebih rumit.
Kekuasaan modern memahami bahwa tidak semua lawan harus dibungkam. Sebagian justru lebih mudah dikelola ketika diajak berbicara, diberi ruang, dilibatkan dalam forum, atau dirangkul melalui jejaring yang tampak sama sekali tidak bermasalah.
Dalam dirinya sendiri, dialog tentu bukan sesuatu yang keliru. Negara dan mahasiswa tidak harus selalu berada dalam posisi saling berhadapan. Demokrasi yang sehat justru membutuhkan ruang komunikasi yang terbuka.
Persoalan muncul ketika kedekatan perlahan mengikis jarak kritis. Kritik tidak lagi hilang karena dilarang, tetapi karena kehilangan dorongan moral untuk tetap berdiri di luar lingkaran kekuasaan.
Di sinilah perubahan besar yang sering luput dari perhatian kita. Pada masa lalu, ancaman terhadap gerakan mahasiswa datang dari luar.
Hari ini, ancaman itu justru dapat datang dari dalam: dari godaan untuk merasa cukup dekat dengan kekuasaan sehingga fungsi pengawasan tidak lagi dijalankan dengan keberanian yang sama.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Aktivis 98 Sebut Pemerintah Menggembosi Aksi Mahasiswa
Robohnya Demokrasi Kami
Kelompok Mahasiswa Sampaikan Persoalan MBG, BBM, dan KDMP ke DPRD Medan
Menelusuri Akar Sejarah, Adat, dan Jati Diri Bangsa Batak
People Capability Training Series Untuk Penguatan Soft Skill Mahasiswa FEB USU
Tingkat Kemiskinan Rakyat Indonesia Belum Teratasi, BP Taskin Masih Diam
Komentar