Apakah Mahasiswa Masih Menjadi Aktor Sejarah Indonesia?
Redaksi - Minggu, 28 Juni 2026 02:02 WIB
Poto: Istimewa
Demo mahasiswa di Indonesia sampai malam.
Kesadaran inilah yang sering hilang dari diskusi kita. Kita lebih sibuk mewariskan simbol daripada memahami syarat syarat yang membuat simbol itu lahir.
Kita mengagungkan sejarah mahasiswa, tetapi jarang bertanya apakah kondisi yang dahulu melahirkan sejarah itu masih ada hari ini. Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan ketika kita melihat perubahan yang sedang berlangsung di luar kampus.
Indonesia hari ini melahirkan generasi muda yang jauh lebih terdidik dibandingkan generasi mana pun sebelumnya. Jumlah lulusan perguruan tinggi meningkat, akses terhadap teknologi semakin terbuka, dan informasi mengalir tanpa mengenal batas geografis.
Dari sisi kapasitas intelektual, generasi ini sesungguhnya memiliki modal yang luar biasa. Namun pada saat yang sama, mereka juga menghadapi paradoks yang tidak dialami generasi sebelumnya.
Mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan menuju mobilitas sosial. Bahwa siapa yang belajar lebih keras akan memperoleh kesempatan yang lebih besar. Bahwa kompetensi akan dihargai, dan prestasi akan membuka pintu-pintu masa depan, tetapi realitas tidak selalu bergerak searah dengan harapan itu.
Semakin sering mereka menyaksikan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kemampuan. Kedekatan dengan pusat-pusat kekuasaan, jejaring sosial, hubungan keluarga, bahkan akses terhadap lingkaran elite, dalam banyak kasus dipersepsikan memiliki pengaruh yang tidak kecil terhadap peluang seseorang untuk maju.
Sekali lagi, ini bukan berarti seluruh sistem bekerja seperti itu, namun persepsi sosial terbentuk bukan hanya oleh fakta-fakta yang ideal, melainkan juga oleh pengalaman-pengalaman yang terus berulang di ruang publik.
Akibatnya, lahirlah sebuah kegelisahan yang perlahan menjadi pengalaman bersama, bukan kegelisahan karena tidak memiliki pendidikan, melainkan kegelisahan karena merasa pendidikan saja tidak lagi cukup.
Di sinilah sejarah biasanya mulai menulis babak baru. Tidak ada pelaku sejarah yang pernah mengetahui bahwa dirinya sedang membuat sejarah, mereka baru menyadarinya ketika semuanya telah berlalu.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Aktivis 98 Sebut Pemerintah Menggembosi Aksi Mahasiswa
Robohnya Demokrasi Kami
Kelompok Mahasiswa Sampaikan Persoalan MBG, BBM, dan KDMP ke DPRD Medan
Menelusuri Akar Sejarah, Adat, dan Jati Diri Bangsa Batak
People Capability Training Series Untuk Penguatan Soft Skill Mahasiswa FEB USU
Tingkat Kemiskinan Rakyat Indonesia Belum Teratasi, BP Taskin Masih Diam
Komentar