Apakah Mahasiswa Masih Menjadi Aktor Sejarah Indonesia?
Redaksi - Minggu, 28 Juni 2026 02:02 WIB
Poto: Istimewa
Demo mahasiswa di Indonesia sampai malam.
Para pemuda yang berkumpul pada Oktober 1928 tidak sedang berpikir bahwa sumpah yang mereka ucapkan kelak dihafalkan jutaan anak sekolah.
Mahasiswa yang memenuhi jalan-jalan Jakarta pada Mei 1998 juga tidak pernah membayangkan bahwa foto-foto mereka akan menjadi bagian dari buku-buku sejarah Indonesia.
Mereka hanya menjawab kegelisahan yang mereka rasakan pada zamannya.Barangkali, di situlah letak pelajaran terpenting yang sering luput dari perhatian kita.
Sejarah hampir tidak pernah memilih kelompok tertentu karena nama atau identitasnya. Ia memilih mereka yang paling peka terhadap perubahan, paling berani mengambil risiko, dan paling mampu menerjemahkan kegelisahan masyarakat menjadi tindakan bersama.
Karena itulah aktornya selalu berganti. Kaum terpelajar pernah memegang estafet itu, kaum muda pernah memegangnya, mahasiswa pernah memegangnya. Tidak satu pun di antara mereka memperoleh hak untuk memilikinya selama-lamanya. Lalu bagaimana dengan hari ini?
Pertanyaan itu menjadi semakin menarik karena Indonesia sedang mengalami perubahan sosial yang mungkin tidak sepenuhnya kita sadari.
Kita sedang menyaksikan lahirnya generasi yang paling terdidik sepanjang sejarah republik ini. Jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah. Akses terhadap pengetahuan semakin terbuka. Teknologi membuat seorang anak muda di kota kecil dapat mengikuti perkembangan dunia pada hari yang sama ketika peristiwa itu terjadi.
Ironisnya, justru generasi inilah yang semakin sering bertanya tentang masa depannya sendiri. Mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Sejak kecil mereka diajarkan untuk percaya kepada merit, kepada kerja keras, kepada kompetensi.
Mereka menjalani semua itu dengan disiplin, mereka belajar lebih lama daripada orang tuanya, menguasai lebih banyak keterampilan, bahkan mampu bersaing di tingkat global.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Aktivis 98 Sebut Pemerintah Menggembosi Aksi Mahasiswa
Robohnya Demokrasi Kami
Kelompok Mahasiswa Sampaikan Persoalan MBG, BBM, dan KDMP ke DPRD Medan
Menelusuri Akar Sejarah, Adat, dan Jati Diri Bangsa Batak
People Capability Training Series Untuk Penguatan Soft Skill Mahasiswa FEB USU
Tingkat Kemiskinan Rakyat Indonesia Belum Teratasi, BP Taskin Masih Diam
Komentar