Edy Minta Maaf Lantik Orang Sudah Meninggal dan Pensiun

Bela Bawahan Kepala BKD
Redaksi - Kamis, 02 Maret 2023 23:10 WIB
Edy Minta Maaf Lantik Orang Sudah Meninggal dan Pensiun
Muhammad Artan
Gubsu Edy Rahmayadi.

drberita.id -Gubernur Edy Rahmayadi meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Utara karena melantik orang yang sudah meninggal dunia dan pensiun. Ini diakui Edy untuk membela bawahannya Kepala BKD Safruddin Nasution.

Hal ini disampaikan Edy untuk menanggapi banyaknya kritikan atas pelantikan 911 pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), pada Senin 21 Februari 2023 lalu.

Menurut Edy, dengan keselahan itu tentunya Pemprovsu ke depannya akan mengevaluasi.

"Saya yang minta maaf, pasti tujuannya sama dengan yang di luar sana, mundur copot, tak begitu. Ada hal yang perlu kita evaluasi, kalau harus mundur dan dicopot, sayalah yang harus mundur dan dicopot, karena saya yang melantik," ucap Edy kepada wartawan di Rumah Dinas, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis 2 Maret 2023.

Edy mengatakan, pelantikan itu karena untuk memenuhi kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah digabungkan. Apalagi BKD dituntut mengerjakannya dalam waktu yang singkat.

"Sudah gubernur saja yang salah, BKD ini juga dalam pengerjan 2 hari dengan jumlah 1000 orang. Awalnya 911 dan ditambah sekarang dia menjadi 1000 orang. Ditambah lagi 600 ke depannya ini. Saya tahu itu, tak gampang, dalam waktu singkat harus melaporkan," jelasnya.

Sebelumnya, pelantikan 911 pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Pemprovsu beberapa waktu lalu menimbulkan masalah.

Pasalnya, terdapat beberapa pejabat eselon 4 yang sudah pensiun, namun namanya ikut dalam Surat Keputusan (SK) pelantikan. Lebih parahnya lagi ada nama pejabat yang sudah meninggal dunia ikut serta dalam SK.

Bahkan, Edy juga melantik pejabat eselon 4 yang pernah tertangkap Polda Sumut dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Langkat.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru