Ratusan Guru Madrasah 2 Kabupaten Kota Ikut Pelatihan Kemenag RI
Hasan juga menekankan paradigma moderasi beragama meniscayakan setiap umat beragama bersikap insklusif, asimilatif, dan adaptif, agar mampu mendorong terjalinnya pergaulan lintas budaya, iman, dan peradaban. Di sinilah moderasi beragama berperan menyatukan Indonesia dengan prinsip penghormatan terhadap perbedaan dan penghargaan budaya lokal.
"Kepada para guru, saya berpesan agar dapat menyampaikannya kepada peserta didik dan lingkungan sekitarnya," kata Hasan.
Moderasi Beragama, lanjut Hasan, merupakan sebuah proses kehidupan yang tidak pernah berhenti (long live time process), hingga menemukan pada satu titik netral (tidak ekstrem), baik kanan maupun kiri yang berbasis pada implementasi esensi ajaran agama itu sendiri.
Wira Darma mewakili Balai Diklat Kanwil Kemenag Sumut menyampaikan setelah pelatihan selesai dilaksanakan, mewajibkan untuk menyebarkan materi pelatihan yang diterima dari Tenaga Ahli Kemenag RI.
"Ingat, tidak semua ASN seberuntung bapak dan ibu sekalian mendapatkan pelatihan seperti ini, pergunakan waktu yang baik agar mendapatkan prestasi yang terbaik," kata Wira.