Tokoh Pendidikan Sumut: Contoh Gubernur Kaltim, Jabar dan Maluku Utara
Redaksi - Senin, 26 Mei 2025 17:13 WIB
Poto: Istimewa
Sisiwa sekokah menyeberang sungai.
"Di antara banyak kepala daerah yang memiliki komitmen, contohnya adalah Gubernur Kalimantan Timur. Pada tahun ajaran 2025/2026 ini telah menerapkan pendidikan gratis bagi alumni SMA/SMK untuk masuk ke 53 perguruan tinggi di Kaltim, kejenjang S1 hingga foktoral, karena Gubernur Kaltim berkeinginan putra putri Kaltim ke depan mampu bersaing dengan provinsi lain, dan ini menjadi sejarah baru di dunia pendidikan Indonesia," ungkapnya.
Contoh lain, kata Syaiful, Gubernur Jabar yang melakukan pendidikan khusus ke barak militer selama dua minggu bagi anak anak bermasalah sosial. Cara ini rangka menyiapkan anak untuk disiplin, berprilaku baik, cinta tanah air, cinta bangsa dan cinta keluarga, sesama, di samping memperbaiki akses jalan menuju sekolah di daerah terpencil serta perbaikan sarana sekolah lainnya.
Demikian juga dengan Gubernur Maluku Utara, tahun anggaran 2025 telah mengalokasikan APBD untuk merenopasi 118 SMA/SMK dan SLB dari 250 sekolah yang kondisinya perihatin serta mengalokasikan anggaran bantuan operasional daerah (Bosda) agar tidak pakai biaya komite sebagai anggaran pendukung pendidikan.
"Bukti kerja sama pemerintah provinsi dengan kabupaten kota dalam komitmen meningkatkan pendidikan terlihat pada Bupati Bogor yang langsung membangun Jembatan Rawayan untuk membantu siswa sekolah yang selama ini harus menyeberangi sungai agar bisa bersekolah di Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea yang viral di media sosial. Para siswa kesekolah terlihat menyebrangi sungai," kata Syaiful.
Diketahui berbagai model telah diluncurkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian, dan sejumlah gubernur untuk komitmen dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Kebijakan pendidikan yang diprakarsai oleh Menteri Sosial RI periode 2024 hingga 2029, yakni model sekolah rakyat.
Dengan sekolah rakyat itu masyarakat miskin dapat menyekolahkan putra putrinya yang dibiayai pemerintah, mulai perlengkapan sekolah, seperti baju, sepatu, tas, dan buku, dengan sistem asrama dengan biaya Rp. 48,25 juta per anak pada tahun ajaran 2025/2026.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Aplikasi SPMB Sumut Masih Pakai Server Pemprovsu, LTKP: Alexander Jangan Buat Malu Bobby Nasution
Paket Proyek Dinas BMBK Sumut Berbau Suap: Wajib Setoran Depan Setelah Potong Pajak
Dukung Kejati Sumut Ungkap Pelaku Pencairan 54 Cek Palsu Internal Bank Mandiri Cabang Medan Balai Kota
Bank Sumut Peringkat 2 Pengumpul Zakat Khusus Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa
Guntur Geruduk Kejatisu : Segera Tetapkan Tersangka
Kajati Sumut Muhibuddin Diminta Periksa Dugaan Korupsi 67 Proyek SDA BBWS Sumatera II
Komentar