Ratusan Warga Sunggal Deliserdang Terdampak Covid-19 Unjuk Rasa ke Kantor Camat
istimewa
Warga Kecamatan Sunggal berunjuk rasa di kantor camat, Rabu 22 April 2020.
DRberita | Ratusan warga kebanyakan ibu rumah tangga dari berbagai desa di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang berunjuk rasa di Kantor Camat, Jalan Binjai KM 13,8, Desa Sei Semayang, Rabu 22 April 2020.
Aksi yang dilakukan oleh warga yang berdomisili di Desa Sei Semayang, Desa Pujimulyo, Desa Purwodadi, Desa Payageli, Desa Mulyorejo, Desa Sei Mencirim, Desa Sumber Melati Diski dan lainnya, dikarenakan pihak desa terkesan pilih kasih dalam penyaluran sembako kepada masyarakat yang terdampak Virus Corona (Covid-19).
Seorang ibu rumah tangga warga Desa Mulyorejo yang tidak ingin namanya disebutkan mengungkapkan, dirinya beserta tetangga lainnya sudah mengumpulkan Kartu Keluarga (KK) yang diminta oleh Kepala Dusun (Kadus) agar mendapat bantuan sembako seperti yang dijanjikan pemerintah pusat.
Hingga hingga kini, kata warga, bantuan sembako tersebut hanyalah tinggal janji manis. Padahal, lanjutnya, ada beberapa warga yang sudah mendapatkan sembako.
"Saya kecewa karena hingga kini bantuan sembako tersebut belum diterima, padahal saya menyaksikan ada beberapa warga yang sudah menerimanya," ucap warga.
Bahkan, menurut warga, penerima sembako kebanyakan keluarga dari Kepala Desa atau Kepala Dusun yang didahulukan menerimanya.
Warga juga menjelaskan bahwa aksi mereka sudah dilakukan sejak Selasa 21 April 2020 kemarin. "Saat itu, pihak kecamatan berjanji kepada kami secepatnya mendata semua warga dan akan menyalurkan bantuan pada hari ini (Rabu), tapi kenyataannya, cuma janji manis," ujar warga.
Warga sangat berharap bantuan dari pemerintah secepatnya disalurkan, jangan hanya menyuruh warga istirahat di rumah dengan alasan virus corona. Tapi kebutuhan warga tidak diperhatikan. Suami kami sudah berhenti kerja karena pengusaha pabrik menutup usahanya," kata warga penuh harap.
Sementara itu, Camat Sunggal Ismail S.Stp sampai saat ini belum terkonfirmasi. Dirinya tidak dapat ditemui untuk meminta penjelasan pembagian sembako. (art/drb)
Aksi yang dilakukan oleh warga yang berdomisili di Desa Sei Semayang, Desa Pujimulyo, Desa Purwodadi, Desa Payageli, Desa Mulyorejo, Desa Sei Mencirim, Desa Sumber Melati Diski dan lainnya, dikarenakan pihak desa terkesan pilih kasih dalam penyaluran sembako kepada masyarakat yang terdampak Virus Corona (Covid-19).
Seorang ibu rumah tangga warga Desa Mulyorejo yang tidak ingin namanya disebutkan mengungkapkan, dirinya beserta tetangga lainnya sudah mengumpulkan Kartu Keluarga (KK) yang diminta oleh Kepala Dusun (Kadus) agar mendapat bantuan sembako seperti yang dijanjikan pemerintah pusat.
Hingga hingga kini, kata warga, bantuan sembako tersebut hanyalah tinggal janji manis. Padahal, lanjutnya, ada beberapa warga yang sudah mendapatkan sembako.
"Saya kecewa karena hingga kini bantuan sembako tersebut belum diterima, padahal saya menyaksikan ada beberapa warga yang sudah menerimanya," ucap warga.
Bahkan, menurut warga, penerima sembako kebanyakan keluarga dari Kepala Desa atau Kepala Dusun yang didahulukan menerimanya.
Warga juga menjelaskan bahwa aksi mereka sudah dilakukan sejak Selasa 21 April 2020 kemarin. "Saat itu, pihak kecamatan berjanji kepada kami secepatnya mendata semua warga dan akan menyalurkan bantuan pada hari ini (Rabu), tapi kenyataannya, cuma janji manis," ujar warga.
Warga sangat berharap bantuan dari pemerintah secepatnya disalurkan, jangan hanya menyuruh warga istirahat di rumah dengan alasan virus corona. Tapi kebutuhan warga tidak diperhatikan. Suami kami sudah berhenti kerja karena pengusaha pabrik menutup usahanya," kata warga penuh harap.
Sementara itu, Camat Sunggal Ismail S.Stp sampai saat ini belum terkonfirmasi. Dirinya tidak dapat ditemui untuk meminta penjelasan pembagian sembako. (art/drb)
SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang Harus Duduk Sama Bahas Pasar Aksara
Pemkab Delisersang Perbolehkan Warga Ambil Korekan Parit Pasar 3 Tembung Untuk Jadi Tanah Timbun
Izin PBG Belum Ada Tapi Proses Pebangunan Berjalan, Pemkab Deliserdang Kecolongan, Kasat Pol PP Janji Tindak
Mantan Teroris Akan Laporkan Pemkab Deliserdang ke Prabowo Terkait Dugaan Pungli SIOP Sekolah Binaan Densus 88 dan BNPT
Sekolah Binaan Densus 88 dan BNPT Sudah 3 Tahun Tak Dapat Izin dari Pemkab Deliserdang
Temukan 2 Alat Bukti, Kejati Sumut Tahan dr. Aris dan Ferdinand Kasus Korupsi Covid-19
Komentar