Proses Persidangan Sarat Kejanggalan, Kuasa Hukum Minta Majelis Hakim Bebaskan Terdakwa Narkotika
Redaksi - Kamis, 18 September 2025 15:51 WIB
Poto: Istimewa
Sidang tetdakwa narkotika Rahmadi.
drberita.id -Kuasa hukum terdakwa kasus narkotika Rahmadi meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungbalai membebaskan kliennya dari seluruh dakwaan. Mereka menilai proses persidangan sarat kejanggalan dan dugaan kriminalisasi.
Desakan itu disampaikan pada sidang lanjutan yang menghadirkan saksi meringankan, Mahmudin alias Kacak Alonso, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tanjungbalai.
Mahmudin alias Kacak Alonso sebelumnya berjalan kaki ke Jakarta untuk mencari keadilan.
"Saksi mengaku dipaksa membuat video klarifikasi dan dilaporkan setelah menolak menjadi saksi memberatkan terdakwa Rahmadi," ujar kuasa hukum, Suhandri Umar Tarigan, kemarin.
Menurut Umar, Kacak Alonso bukan pembuat video penangkapan Rahmadi yang beredar di WhatsApp dan menampilkan dugaan kekerasan oleh polisi. Namun justru Kacak yang dijerat dengan UU ITE.
Sejumlah saksi lain juga membantah isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat penyidik Polda Sumut. "Dari sabu 10 gram yang hilang hingga keterangan saksi yang tak sesuai fakta. Ini harusnya cukup menggugurkan dakwaan," kata Umar.
Kuasa Hukum Umar juga menyoroti sikap majelis hakim, terutama Ketua Majelis Karolina Selfia Sitepu, yang dianggapnya mengabaikan fakta persidangan dan tidak menghadirkan penyidik. Seharusnya dihadirkan karena terdakwa dan saksi saksi membantah isi BAP.
"Selaku kuasa hukum, kami akan menyurati ketua Pengadilan Tinggi dan Ketua Mahkamah Agung serta Komisi Yudisial agar melakukan pengawasan terhadap Majelis hakim yang menangani perkara Rahmadi," tegas Umar.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Kuasa Hukum PT KAI Divre I Sumut Beberkan Pengosongan Rumah Taufik Saleh
Kuasa Hukum PT Tun Sewindu Bantah Laporan Jokowi ke Polda Sumut, Ini Kronologis Sebenarnya
Terdakwa Akui Uang Hasil Korupsi Covid-19 Diserahkan ke Polres Batu Bara
Kado Kemerdekaan RI: Polrestabes Medan Tangkap 622 Pod Getar Narkotika dari Malaysia Beraksara Cina
Penasihat Hukum Terdakwa Pinjaman Uang Koperasi Persoalkan Dakwaan JPU
HIMASU: Lapas Medan Sarang Narkotika
Komentar
Berita Terbaru
USU Raih Mandaya Awards 2026 Karena Ini
Mata Elang ACC Tarik Paksa Mobil Idayanti di Labuhanbatu
KSPI Desak Pemerintah Lindungi Buruh dari Ancaman Asbes
Kornas Re-LUN: PT SPP Diduga Kerjakan Proyek Manajemen Building PLN Rp.68 Miliar
Perda Baru Sistem Kesehatan Masyarakat Kota Medan Sedang Disiapkan
SMP Swasta Katolik St Yoseph Pemuda Medan Adakan Pensi 2026 di ICHC Diikuti 1.500 Murid
Law Firm Julheri Sinaga SH & Partners Gugat WOM Finance ke Pengalidalan Negeri Medan