Butuh Rp 11 Trilun Untuk Wujudkan Jalan Mantap di Sumut
Poto: Istimewa
Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari AM Sinik.
drberita.id | Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari AM Sinik berpendapat, anggaran untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana jalan di Sumut diperkirakan menelan biaya Rp 11 triliun.
"Idealnya, dibutuhkan dana Rp 11 triliun untuk membuat jalan di Sumut benar benar mantap dan nyaman dilalui," kata Azhari Sinik dalam siaran pers, Rabu 20 Juli 2022.
Menurut Azhari, saat ini panjang jalan di Sumut berkisar 3.300 km, dan yang akan diperbaiki sekitar 450 km, yang dituangkan melalui anggaran tahun jamak 2022-2023 sebesar Rp 2,7 triliun.
Sebenarnya masih jauh dari kecukupan, dan dengan dana itu belum seluruhnya dapat menuntaskan persoalan infrastruktur di Sumut. Karena panjang jalan yang dapat dicover dengan anggaran sebesar Rp 2,7 triliun baru sekitar 450 km. Sementara kondisi jalan rusak, masih lebih panjang dari itu.
BACA JUGA:
10 Pasangan Mesum Ketangkap Bugil di Kafe Labuhan Deli
Dari perspektif LIPPSU, lanjut Azhari, saat ini kondisi infrastruktur di Sumut sudah sangat memprihatinkan, baik jalan maupun jembatan untuk nasional, provinsi maupun kabupaten kota.
"Akibat dari kurang mantapnya infrastruktur jalan dan jembatan di Sumut, menimbulkan dampak dari berbagai aspek, terutama dalam peningkatan ekonomi rakyat dan kurangnya PAD di 5 sektor, maupun PAD kabupaten kota sendiri," terangnya.
Dijelaska Ari, Provinsi Sumatera Utara kaya akan sumber daya alam, budaya dan peradabannya, yang merupakan modal sangat signifikan untuk dapat membangun provinsi ini lebih maju dan bermartabat.
Bila masyarakat dan Pemerintah Provinsi, baik itu kabupaten kota dapat bersinergi, dengan baik dan mengedepankan semangat kebersamaan, tentunya cita cita membangun jalan mantap akan terwujud. "Kedepankan kebersamaan, bukan mengedepankan ego sentris masing masing daerah," ujarnya.
Melirik dari program prioritas Gubernur Sumut dengan konsep "Menata Kota Membangun Desa", ini merupakan konsep program yang sangat strategis membangun Sumateta Utara secara menyeluruh yang lebih baik.
BACA JUGA:
Bisnis Judi Online di Sumut Terancam Tutup
Artinya, Pemerintah Provinsi tidak membedakan antara kabupaten kota di Sumatera Utara.
"Sayangnya program strategis dalam membangun perekonomian ini kurang senergitas antara Pemerintah Provinsi dengan kabupaten kota. Ini yang menjadi kendala utama untuk mewujudkan Sumut yang kaya dan bermartabat," pungkas Azhari Sinik.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Aplikasi SPMB Sumut Masih Pakai Server Pemprovsu, LTKP: Alexander Jangan Buat Malu Bobby Nasution
Setelah Eksir Mundur, Pemprovsu Buka Pendaftaran Calon Direksi Bank Sumut, 3 Jabatan Direktur Kosong
Pemprovsu Stop Anggaran Bantuan Hibah Pembangunan Gedung Kejati Sumut, Ada Apa?
DPRD Jangan Jadi Stempel Politik, 3 Aset Pemprovsu ke Penyertaan Modal Bank Sumut Bisa Temuan BPK
Bobby Nasution Ingin Tambah Modal Bank Sumut Untuk Perkuat Saham Pemprovsu Dengan 3 Aset
KPK Diminta Periksa Mantan Pj Gubsu Agus Fathoni dan 4 Orang Lainnya Agar Terungkap Pergeseran APBD Sumut
Komentar